Khadijahku^^

11 Mar

Hari ini ditemani mentari yang mulai tenggelam dan gelap yang mulai menyelimuti kota Jogja. Ngemper di pinggir jalan menikmati nasi goreng depan padmanaba ditemani kelap-kelip lampu jogja + lagu-lagu lama “sepanjang jalan kenangan” dan “kemesraan” yang dinyanyikan pengaman yang hilir mudik,, bercengkrama dengan sahabat yang lama tidak berjumpa. Lengkap sudah rasanya walo tidak komplit Khadijahnya, tapi cukup menginspirasi^^.

Khadijahku…

2007 yang penuh sejarah. Kampus biru 5 tahun yang lalu telah menyatukan kita. Walo aku hanya merasakan 1 tahun kebersamaan yang intens dengan kalian tapi itu tidak membuat kita mencukupkan persaudaraan sampai disitu. Janji-janji kita, yang sejak awal kita kumandangkan pun terus berjalan. Janji ketika ada salah satu dari kita ada yang menyempurnakan separuh agamaNya dan harus membuat gamis yang kembarpun sudah terealisasi. Kita bersembilan, berarti bakal ada 9 gamis yang sama menggantung di lemari kita,,hehe… dan sekarang sudah 2 gamis yang menggantung di lemari kita. Perjalanan tentang ini dimulai sejak 2009 seorang yang menjadi pengayom kita melepaskan masa lajangnya, kemudian hilmi di  9 Oktober 2010 dan riris 19 februari 2011, lalu tahun ini 2012? Siapakah yang akan menyusul hilmi dan riris?^^

Khadijahku…

Perjalanan kita akan menjadi cerita tersendiri untuk anak cucu kita. Di keluarga ini kita yang selalu bisa tumpah ruah menceritakan segala yang kita alami, dari hal umum sampai pribadi, kejadian dari terakhir ketemu sampai ketemu lagi pun diceritakan dengan detail. Inilah persaudaraan yang dipersatukan karena agamaNya. Indah dan selalu memberi inspirasi tersendiri^^. Sekarang kita udah punya 2 ponakan. Qanita Najwa Khalishah yang lahir rabu 6 Juli 2011 jam 21.25 WIB dan Afzalurrahman Nawwaf Asy-Syatir yang lahir tepat 1 tahun bunda dan ayahnya mengikrarkan janji sucinya ahad tanggal 19 februari 2012 jam 16.30 WIB.

Khadijahku…

Begitu banyak kisah yang terangkai diantara kita. Suka duka, tangis bersama, saling mengingatkan merupakan makanan sehari-hari yang kita berikan. Jauhnya jarak yang memisahkan kita tidak memadamkan persaudaraan ini. walo sekarang sibuk dengan koass dan profesinya masing-masing tapi kisah yang sudah kita rangkai begitu indah. Khadijahku yang telah menjadi perantara Allah meluluhkan hati mami. Dengan kedatangan dan keramahan kalian ketika datang kerumah membuat mami tidak risau lagi dengan pakaian dan jilbab yang aku kenakan. Kedatangan kalian kerumah telah membuat kisah tersendiri dalam hidupku. Mami yang sering menanyakan kabar kalian, mami yang begitu perhatian dan senang mendengar kisah kalian ketika aku ceritakan. Mami yang akhirnya  mengizinkanku pergi keluar kota (padahal sebelumnya ga gampang dapet izin keluar kota) demi menghadiri janji suci yang akan riris ikrarkan di purwakarta. Ntahlah…bermula dari kedatangan kalian kerumah di 2009, menginap dan bercengkrama dengan mami… seolah mempermudahku untuk mengkomunikasikan tentang perjalanan kita memperjuangkan agamaNya… Skenario Allah yang begitu indah^^

Khadijahku…

Diantara kita ber9 hanya 3 orang yang asli jawa, 6 orang dari Kalimantan. Semoga  suatu saat nanti kita bisa saling mengunjungi..

Sungguh indah ikatan ini…

Rasa rindu yang membuncah karena ingin rasanya bertemu…

Terima kasih telah mengajari banyak hal…

Terima kasih telah membagi cintanya…

Terima kasih telah memberikan perhatian yang tak tergantikan…

Terima kasih ikatan yang telai kita rajut bersama…

Terima kasih untuk nasehat yang selalu ku rindukan…

Untuk Keluargaku ^^, karena cintaNya kita bersatu dijalan ini…

10 Mar

Teruntuk 11 Mujahid dan Mujahidah P&K DEP FULDFK^^

 

Ada sebuah hadist yang mengingatkanku tentang perjalanan kita dan semoga kita termasuk didalamnya…

“Sesungguhnya di sekitar Arsy terdapat mimbar-mimbar dari cahaya yang diatasnya terdapat suatu kaum yang pakaian dan wajahnya bercahaya. Mereka bukan para nabi, dan juga bukan para syuhada. Mereka dikelilingi para nabi dan syuhada itu. Bertanyalah para sahabat pada Rasulullah “wahai Rasulullah sebutkan sifat-sifat mereka itu kepada kami?”, Rasulullah menjawab “mereka adalah orang yang saling mengasihi di jalan Allah, mereka adalah orang-orang yang kunjung-mengunjungi karena Allah.”

HR. Nasa’i

Ini baru sebuah perjalanana awal…

dari tulisan ini hanya ingin bermuhasabah diri dan saling mengingatkan, semoga kita bisa senantiasa di berikan keistoqomahan…

Akhir-akhir ini sedang berusaha mendalami makna Q.S Al Insyirah…

Hidup didunia ini tidaklah datar-datar saja. Allah mengkaruniakan banyak masalah kepada kita. Masalah adalah wilayah amal sholeh. Disitulah tempat untuk mengoptimalkan kemampuan kita. Disanalah tempat kita berstrategi untuk menyelesaikannya. Menyelesaikan suatu masalah adalah seni. Ada berbagai macam cara untuk menyelesaikan sebuah masalah.

Sekali lagi yang kita soroti jangan masalah itu tapi bagaimana kita menghadapi dan menyelesaikan masalah itu dengan cerdas.

Yakinlah akan ada pertolongan Allah dalam setiap masalah yang kita hadapi.

“Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?” (1)

Kalau didalam tafsir Fi Zhilalil Qur’an disebutkan bahwa Tidakkah kami telah melapangkan dadamu untuk dakwah ini? Telah memudahkan urusannya untukmu? Telah menjadikan dakwah itu sangat dicintai dihatimu?

Allah telah memberikan banyak karuniaNya kepada kita sehingga kita mampu menjadikan dakwah ini bagian dari nafas hidup kita. Setiap hembusan nafas kita adalah bagian dakwah.

Tidakkah kamu mendapati kesenangan pada setiap kesusahan, kelegaan pada setiap keletihan, kemudahan pada setiap kesulitan, ridha pada setiap penahanan pemberiaan?

 

 “Dan Kami pun telah menghilangkan darimu bebanmu” (2)

Begitu cintanya Allah pada kita, DIA yang memberikan masalah, DIA pula yang memberikan kemudahan^^

 

“Karena  sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan” (5-6)

Berpositive thinking lah pada setiap cobaan yang Allah berikan. Allah hanya ingin menjadikanmu kuat dan militan. Sungguh DIA amat menyayangi kita, DIA hanya ingin tau sejauh mana kita mampu bertahan. Karena Allah tidak akan menimpakan segala sesuatunya diluar kemampuan kita.

 

“ Untuk itu apabila kamu  telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah kerjakanlah dengan bersemangat (urusan) yang lain. Dan hanya kepada  Rabbmulah hendaknya kamu berharap” (7-8)

Di ceritakan dalam  tafsir Fi Zhilalil Qur’an bahwa ketika kita sudah selesai dari kesibukan manusia , dengan dunia, dan dengan kesibukan-kesibukan kehidupan. Makan lakukanlah ibadah secara totalitas dan berharaplah sepenuhnya pada ALLAH karena DIA satu-satunya tempat bersandar kita.

Dari situ kita bisa belajar unutk kuat dan terus berjuang. Jadilah seperti karang dilautan yang kuat diterjang oleh badai yang menghadang.

Sahabatku…

Hanya ingin bersama-sama menguatkan barisan ini

Kita hanyalah manusia yang penuh ketidak sempurnaan

Saling menguatkan dan berbagi

Saling mendoakan dan mengingatkan

Saling terbuka dan saling mendukung

Ya…hanya ingin menyatukan semuanya dengan hati

Saling terikat dan memberi

Dan kemudian bersatu

Buatlah ukhuwah ini suatu yang nyata

Satu dan hanya satu, untuk selamanya…

7 Mar

Jujur kejadian beberapa waktu ini sangat mengusik diriku. Kejadian demi kejadian yang entah kenapa Allah menginginkan aku tuk mengetahui hal ini. Lidahku kelu, aku tak mampu berkata banyak. Hanya bisa terus bertanya dan bertanya. Hikmah apa yang akan Engkau sampaikan, Ya Rabbku…

Sebenarnya sudah beberapa kali menemukan kasus ini. Cuma kali ini datang dari orang terdekatku. Tiba-tiba ada sms masuk dari seseorang yang jarang menghubungiku karena kesibukan koass dan mengurus  bayinya lalu ia  menanyakan kabarku dan berbasa-basi ria. Lalu tiba-tiba ia bertanya… “boleh ga akhwat galau? Aku takut clbk”,, jujur aku kaget. Sampai aku berulang kali membacanya dan mengucek-ucek mataku, meyakinkan lagi klo itu sms dari akhwat y,, seseorang yang amat jadi panutan untukku. Aku tw bagaimana masalalunya karena aku menemaninya disetiap proses yang ia lakukan. Kemudian tanyaku kembali, “habis ketemu ikhwan x? dimana? Beliau habis nengok babymu? Suamimu dimana?”,, kemudian akhwat ini menceritakan bahwa ikhwan x masih memberikan perhatiannya seperti dulu dan bahkan lebih, ia hanya khawatir syetan mulai menggoda. Ahhh….lagi-lagi lidahku kelu,, sakit hati ini. Tak tw harus berkata apa. Aku tipe orang yang selalu menempatkan perasaanku ketika orang lain bercerita, berusaha menempatkan diriku diposisinya dan  ingin rasanya air mata ini mengalir. Aku tw bagaimana kalian (akhwat y dan ikhwan x) dulunya berjuang untuk bisa bersatu. Alasan keluarga akhwat yang tidak mengizinkan anaknya menikah muda karena waktu itu masih tingkat 1, sedangkan ikhwan y dalam posisi yang membutuhkan pendamping. Akhirnya ikhwan x ini menikah dengan akhwat lain pilihan ibunya dan sudah  dikaruniai putri, namun nama putrinya adalah nama pena dari akhwat y. Dan sekarang mereka dipertemukan kembali… dan twkah,, dulu ikhwan x ini sudah mempersiapkan mahar yaitu buku yang ia tulis dan disitu sudah ada persembahan untuk akhwat y.

Kemudian ada beberapa kasus lagi yang kutemui, mirip… berawal dari sebuah rasa dan akhirnya menginginkan untuk bisa bersatu, namun suratan takdir berkata lain dan pada akhirnya tidak bisa bersatu. Namun dalam interaksinya dengan yang dulu, begitu masih ada hal-hal yang berbeda. Tak sanggup lagi aku menceritakannya… ada lagi yang sudah puluhan tahun menikah, lalu rumah tangganya berantakan akibat cinta pertamanya yang dulu datang… memporak-porandakan kebahagiaan yang sudah terbentuk.

Aku tak akan bercerita banyak tentang konsep mencintai, terlalu banyak hal tentang misteri mencintai.

Ya Allah…

Terkadang aku bertanya-tanya, kenapa tidak Engkau satukan saja orang yang saling mencintai jika pada akhirnya harus seperti ini. tapi aku yakin…Engkau memberikan cobaan ini agar yang lainnya mampu  mengambil hikmah secara bijaksana.

“…. sesungguhnya Allah  memperhitungkan segala sesuatu.” QS.An-Nisaa ayat 86

“….boleh jadi kamu memebenci sesuatu, padahal itu amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” QS. Al Baqarah ayat 216

Ya Allah…

Hanya meminta 1 dan hanya 1 untuk selamanya… imam yang benar-benar kau pilihkan dan ia menjadi satu-satunya dalam hidupku dan aku menjadi satu-satunya dalam hidupnya… dan kami mampu berjuang bersama untuk bisa berkumpul di firdausMu…

Dokter Muslim yang Rahmatan Lil Alamin^^

5 Mar

Rasa syukur yang tiada tara begitu merasuk dalam relung jiwa. Hari-hari penat dengan rutinitas yang membuat bosan, tiba-tiba datang inspirasi baru  mengusir smua rasa tidak enak dihati (bahasanya agak lebay). Iseng OL pagi hari karena semalaman tak kuasa menahan haru biru nya kehidupan (hadew makin lebay). Yuk ahh jadi orang yang produktif lagi.. udah curcolnya… :)

Pagi ini tiba-tiba dapet wangsit…

Jleb-jleb juga pas dengernya…

Dan alhamdulillah membakar semangat kembali ^^

Diskusi via YM dengan seorang sahabat yang sedang memperjuangkan hidupnya untuk ngambil spesialis di US. Keren habis lah ya yang diceritain disana,, yang bener-bener menginspirasi adalah konsepan dokter muslim yang rahmatan lil alamin…

Ternyata dan ternyata… di US banyak dokter muslimnya, hampir 60%nya muslim. Tapi orang asli amerika sendiri jarang yang sekolah tinggi jadi kebanyakan profesi dokter itu imigran.

Ini diskusi beliau dengan seorang dokter interna muslim yang asli US ketika beliau homesick dan berkata “klo ga dapet spesialis di US juga gpp, an dah dapet banyak ilmu disini”,,

Kemudian dokter F menanyakan…

dr.F     : berapa jauh dari new york ke kota asal kamu?

An       : sekitar 16 ribu km dok..

dr.F     : coba kamu rasakan, berapa banyak yg udah km dapat dengan belajar disini beberapa minggu saja. saya yakin, dengan standar negara asal kamu, walaupun disini kamu jadi yang terbodoh, pasti kamu akan jadi orang terpandai di negara kamu..itu kan yang kamu rasakan?

An       : iya dok, bener banget..

dr.F     : iyup, itu juga yang menjadi alasan banyak orang yang mundur..kalo kamu cuma berpikir untuk bisa menyembuhkan atau merawat pasien dengan warna kulit yang sama, bahasa yang sama, atau dari kelompok yang sama. apa yang akan kamu banggakan ketika nanti kamu mati? sebagai muslim, kita harus benar benar pada standar yang tertinggi dari peran kita di dunia. ketika kamu jadi dokter lalu kamu cuma bisa menyembuhkan orang yang sekelompok atau senegara sama kamu, dimana letak rahmatan lil alamin kamu?

kita sebagai muslim, harus menetapkan standar tertinggi yang bisa kita capai bukan cuma untuk terlihat pandai oleh orang di negara asal kamu tetapi sebagai tanggung jawab rahmatan lil alamin kita. kamu udah menempuh 16 rb km dari kota asal kamu, dan kamu mau jadi rata rata disini? itu bukan standar seorang muslim kamu udah datang kesini,

satu satunya target yang harus kamu capai adalah kamu harus bisa jadi 1% terbaik dari seluruh dokter di US. ini adalah tradisi dokter muslim di US. karena agama kita adalah agama terbaik. jadinya kamu juga harus jadi yang terbaik, walaupun itu tidak terlalu dibutuhkan jika kamu kembali ke negara asal kamu. jadi dokter yang bisa menyembuhkan seluruh orang di dunia bukan cuma di Indonesia saja. dengan itu, kamu bisa menepati janji kamu kepada Allah sebagai seorang muslim. be a Top 1%. We can’t tolerate any alternative

 

jadi tradisinya disana dokter muslim itu menempati posisi 1% terbaik. Muslim kaum minoritas tetapi minoritas atas.

Tak mw menulis banyak… konsep dokter rahmatan lil alamin disitu begitu jelas tergambar…

Jadi sekarang,, kita mw menjadi dokter yang seperti apa?

Visi dan misi apa yang akan kita berikan untuk ummat?

Jadikan dokter ini sebagai jalan jihad kita…

Berikan pelayanan terbaik kita untuk orang-orang yang membutuhkan kita…

Belajar ikhlas dalam setiap proses ^^

Allah,,, temani aku…

5 Mar

Disepertiga malammu

Hanya mampu mengadu

Mengadu dan terus mengadu

Terkadang ingin sekali memutar lagi waktu

Dan menidakkan pernyataan itu

Ketika hal yang mulia hanya akan menjadi jalan menuju nerakaMu

Hanya ingin pergi

Pergi untuk selama-lamanya dari bagian kehidupanku ini

Melogika perasaan tak semudah membalikkan telapak tangan

Jiwa ini sedang tidak bisa melogika semuanya dengan cerdas

Bukankah Engkau memang menciptakan kaum kami seperti ini?

Dan butiran bening itu adalah sahabat dekat kami yang Engkau ciptakan

Hanya ingin pergi

Pergi dan pergi

Menyudahi dan mengembalikan kehidupan sebelum ini

Atau membuka lembaran baru

Allah…

Inikah bukti cintaMu kepada hambaMu?

Seorang hamba yang mungkin tidak menyertakan Engkau dalam setiap prosesnya

Dan ini sapaanMu yang ingin menjadikanku kuat?

Allah…

Ingin pergi

Menyepi dari keramaian dunia

Merindukan diri yang dulu

Seolah tak mengenali siapa yang ada sekarang

Allah…

Hanya ingin mimpi yang kutuliskan di 2009ku,,tahun ini terwujud

Ianya ingin menyudahi semua ini

Takut dengan semua yang terjadi

Allah…

Apakah Kau mengizinkanku pergi?

Butiran-butiran ini pun tak sanggup ku bendung lagi

Disepertiga malamku ini

Hanya ingin terus mengadu padaMu

Sungguh melogika hal itu yang tak bisa aku lakukan

Ingin pergi,Ya Allah

Menyudahi semua ini dengan menjemput takdir terbaikMu

Allah…

Tidakkah cukup satu sapaan yang Engkau berikan?

Sungguh diri ini makin cinta kepadaMu

Engkau berikan beberapa sapaan diwaktu yang sama

Engkau berikan tempaan lagi dalam hidupku

Engkau selalu memberikan tempaan ganda

Mungkin memang aku belum lulus

Sehingga Engkau selalu memberikan dua, tiga, empat sekaligus padaku

Inilah proses tarbiyah yang selalu Engkau berikan

Berusaha kuat karena skenario ini adalah jalan terbaik untukku

Dan doa terakhirku

Allah…izinkah aku pergi karena aku tak sanggup melogikanya

Memahami Totalitas, dari P dan K untuk FULDFK…

27 Feb

Kader adalah rahasia kehidupan berbagai umat. Sejarah umat adalah sejarah para kader yang militan dan memiliki kekuatan jiwa serta kehendak. Sesungguhnya kuat lemahnya suatu umat diukur dari sejauh mana kesuburan umat tersebut dalam menghasilkan kader-kader yang memiliki sifat-sifat ksatria
Hasan Al Banna

Kaderisasi begitu identik dengan kader. Dimana peran kader begitu dominan untuk suatu pergerakan dakwah. Dari situlah kita mendapat amanah untuk menghasilkan kader-kader yang nantinya siap untuk meneruskan estafet dakwah ini. Menghasilkan kader yang memiliki sifat militan dan ksatria tidaklah mudah. Perlu tempaan yang bertubi sehingga nantinya ia layak disebut kader militan dan ksatria.

Kader Militan dan Ksatria… kita berada di jalan dakwah ini adalah karena kita yang membutuhkan dakwah bukan dakwah yang membutuhkan kita, maka awali semua kegiatan kita dengan niat yang ikhlas, hati yang bersih dan tujuan kita hanya Allah, teruslah menunjukkan bahwa Islam rahmatan lil alamin. Seperti kata Umar bin Khathab r.a., “Keagungan seseorang akan ditentukan oleh keagungan tujuannya.” Tujuan yang agung hanya akan lahir dari hati yang agung. Hati yang agung adalah hati yang senantiasa menunjukkan kemuliaan.

Berawal dari sebuah niat kemudian bentuklah suatu totalitas diri. Totalitas yang seharusnya kita berikan ketika kita berani mengambil jalan ini. Jalan yang penuh duri dan penuh perjuangan untuk mampu bertahan didalamnya. Kaderisasi adalah sebuah totalitas. Totalitas memberi, totalitas memahami, totalitas perhatian, totalitas perencanaan, totalitas pengerjaan, totalitas kontrol, totalitas evaluasi, dan totalitas melayani karena sesungguhnya kita adalah pelayan ummat. Bagaimana kita mampu menjadi pelayan ummat ketika kita masih belum bisa memahami totalitas. Kita harus mampu memberikan yang maksimal, kita harus memahami kondisi medan dakwah dengan baik agar mampu menyumbangkan apa yang kita miliki, harus totalitas perhatian dengan segala hal yang terjadi di jalan ini. mampu membuat perencanaan yang matang, mengerjakan segala sesuatunya dengan disiplin, melakukan mengontrolan dengan baik serta mengevaluasi dengan cerdas apa yang sudah kita lakukan.

Seperti yang dikatakan oleh Saiful A.Imam, “Secara sederhana, kita bisa menyebut bahwa proses perubahan sejarah kehidupan manusia adalah sebuah proses yang membutuhkan peran. Bahwa kehidupan ini seperti skenario peran-peran yang memerlukan aktor untuk memainkannya. Sebuah situasi kemanusiaan tidak akan berubah kecuali ketika manusia itu melakukan dan mengusahakan perubahan. Nasib manusia tidak akan berubah kecuali manusia itu berusaha mengubahnya”.



Totalitas Kaderisasi dilaksanakan oleh semua jenjang baik itu penataan, perekrutan, pembinaan,dan penjagaan. Bagaimana kita akan melakukan penataan, bila tim kita tidak solid. Maka bangunlah semua atas dasar kekeluargaan. Hubungan dalam suatu gerakan dakwah adalah keluarga, bangun ikatannya agar terasa ukhuwah didalamnya. Perekrutan harus kita lakukan dengan cara yang “cantik” agar mampu mengajak yang lain bersama-sama memperbaiki diri. Pembinaan adalah inti dari sebuah kaderisasi, dimana dari pembinaan itu kita mampu mencetak kader-kader yang militan dan ksatria. Dan yang terakhir adalah penjagaan, dimana kita harus saling melakukan penjagaan satu sama lain agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi, suatu bentuk usaha mencari takdir yang lebih baik.

Coba renungkan…
Bagaimana kita akan memberikan yang terbaik untuk dakwah, ketika diri kita sendiri pun masih belum mampu hadir sepenuhnya dalam jalan ini. jalan ini bukanlah jalan para malaikat tetapi disini kita melakukan proses belajar bersama untuk nantinya bersama-sama berkumpul di jannahNya. Saya katakan proses belajar karena disinilah kita mengembangkan seluruh potensi yang kita miliki, belajar mengonsep, belajar merealisasikan konsepan kita, belajar bekerja sama, belajar memahami satu sama lain sehingga pada akhirnya kita mampu mencapai mimpi bersama itu.

Ingat kawan…totalitas kaderisasi disini membutuhkan perhatian yang penuh… baik dalam hal waktu, ruh, jasad, tenaga, dan materi.

Amanah terbebankan pada pundak yang semakin lelah. Bukan sebagai keluhan, ketidaktrimaan, terlebih surut langkah kebelakang. Ini barulah awal, konsekuensi syukur atas keberlimpahan nikmat yang Alalh berikan dibanding yang lain. Sebagai bukti keikhlasan dan kebenaran iman hanya mengharap keridhoan-Nya. Wahai diri sambutlah seruanNYA dengan kegembiraan. Allah Maha Tahu bahwa kau sanggup melampauinya. Orang-orang besar lahir karena beban perjuangan. (KH. Rahmat Abdullah)

Teruntuk keluargaku, P dan K FULDFK… Totalitas itulah yang harus kita jalankan peran-perannya. Berusaha saling menguatkan satu sama lain, ketika yang lain mulai lemah maka kuatkan setiap jiwa yang mulai lemah itu. Saling memahami dan saling mengenal satu sama lain. Buatlah ini sebagai suatu rangkaian pendewasaan untuk kita. Berjalan bersama untuk mencapai tujuan yang kita inginkan. Kita disini saling belajar agar nantinya ketika keluar dari madrasah “kehidupan” ini,, kita menjadi pribadi yang lebih baik. Jadikan setiap prosesnya adalah sebagai pendewasaan untuk diri. Kita harus solid dan berusaha memberikan yang terbaik… karena diluar sana… banyak yang menanti kerja-kerja nyata kita… Ukhuwah itu saling menguatkan… percayalah dengan dekapanNya… kita akan mampu membawa FULDFK lebih baik lagi… Keluargaku…rapatkan barisan ini dan mari kita buat perubahan^^

“Kita bekerja bukan untuk memenuhi obsesi pribadi, melainkan karena ibadah. Kita harus ikhlas menjalani seluruh amal baik. Karena proyek Allah, akan dibiayai Allah. Manusia hanya menjalankannya” (Ust. Hilmi Aminuddin)
Lakukanlah segala ibadah dengan cinta, karena…
“Cinta menghilangkan segala rasa sakit” ( KH. Rahmat Abdullah)


Kepala Departemen Pengembangan LDF dan Kaderisasi
Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran Indonesia

Pesan seorang Ayah

15 Feb

Berusaha mencerna dan mengambil hikmah dari percakapan ini…

Kala itu disebuah ruang makan terjadilah percakapan antara ayah dan anak perempuannya. Anak pertama yang sebentar lagi masuk kuliah di fakultas kedokteran…

Tiba-tiba sang ayah berpesan pada anak itu,,

“nduk, besok kalau sudah jadi dokter… tidak usah terlalu mengejar karier… ingat kodratmu adalah sebagai wanita. Dimana wanita memiliki 2 pilar utama dalam kehidupan ini yaitu sebagai seorang istri dan sebagai seorang ibu. Tak boleh dipungkiri karena memang itulah tugasmu yang sebenarnya.”

Kemudian sang anak berkata kepada Ayahnya…
“tapi ayah,, nanda ingin jadi dokter spesialis bedah”

Dan jawaban ayah tersebut adalah…
“nak,, carilah profesi dimana peran utamamu bisa tetap dijalankan. Menjadi dokter bedah baik tapi ayah lebih bangga padamu ketika kamu bisa menjadi istri yang taat pada suami dan ibu yang baik untuk anak-anakmu. Bimbing nantinya anak-anakmu untuk menjadi generasi rabbani yang akan mengisi pos-pos penting untuk melayani ummat. Bangun karakter mereka sejak awal. Anak-anak butuh sentuhan dari seorang ibu yang senantiasa membimbingnya dan mencurahkan seluruh perhatiannya. Ayah sudah rela jika memang nantinya engkau mengorbankan kariermu untuk keluargamu. Ayah sudah mengikhlaskan ketika memang anak-anak ayah akan lebih mengurus keluarganya. Sungguh nak,, ayah hanya mampu berpesan itu karena ayah ingin anak-anak ayah mampu memahami peran wanita yang sebenarnya. Untuk apa karier yang gemilang ketika keluarganya berantakan. Untuk apa harta yang melimpah tapi anak-anak tak mendapat kasih sayang yang seharusnya seorang ibu berikan. Kamu boleh menjadi dokter spesialis,, asalkan anak-anakmu mendapatkan haknya sebagai seorang anak dari ibu mereka”.

Dan setelah mendengar ini…
Aku pun tak mampu berkata lagi…
Karena pada dasarnya semuanya benar…
Wanita akan merasa benar-benar sempurna bila ia mampu mengandung, melahirkan, dan mendidik buah hati mereka dengan belaian kasih sayangnya…
Karena sosok seorang ibu tidak bisa tergantikan oleh siapapun…
Berusahalah untuk senantiasa selalu menjadi yang terdepan dalam mendidik buah hatinya…

Hidup itu pilihan…
Dan menjadi seorang ibu yang baik itupun pilihan…

Ia ada dirumah dan mengurus seluruh kebutuhan suami dan anak-anaknya, mencurahkan seluruh perhatiannya untuk kebahagiaan keluarga mereka,, dan mengambil pilihan untuk tidak bekerja karena ia ingin mendidik anak-anaknya dengan tangannya sendiri.

atau

Bisa jadi ibu itu bekerja diluar tapi ketika pulang ke rumah, seluruh perhatiannya untuk anak-anaknya dan anak-anaknya pun bisa merasakan kehadiran & kasih sayang ibu mereka…

Atau

Ada juga ibu yang menjadi ibu rumah tangga tetapi ia tidak menghadirkan dirinya dirumah, ibu yang hanya sibuk dengan tvnya, dengan arisannya, dengan salonnya tanpa pempedulikan anak-anaknya…

Silahkan ingin menjadi ibu yang seperti apa…
Silahkan buat proposal pada Allah…
Ingin membentuk karakter seperti apa untuk anak-anakmu kelak…

Karena memang pendidikan pertama dan paling utama dimulai dari rumah dan diajarkan oleh seorang makhluk mulia bernama ibu…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.